Jakarta - 10 desainer muda asal Indonesia kembali menyatakan eksistensinya dengan merambah pasar Asia.
Tiga diantaranya bahkan mendapat kesempatan untuk menggelar show khusus di arena Blueprint, Singapura.
Asia Fashion Exchange (AFX) 2011 kembali digelar untuk kedua kalinya di Singapura. Ada empat rangkaian acara dalam AFX kali ini, yaitu Asia Fashion Summit, Audi Fashion Festival, Star Creation dan Blueprint.
Blueprint sendiri merupakan pameran mode yang diadakan pada 19 Mei hingga
22 Mei 2011. Ke-10 desainer muda asal Indonesia yang menampilkan karyanya di panggung Blueprint adalah Some Are Thieves, Danjyo + Hiyoji, Geulis, Isis, KLE, Monday to Sunday, STAB, Kaligula, Seba Shoes dan Soe Hoe
Brand Some Are Thieves mewakili zona 'Blueprint presents' sebagai brand 'under the radar contemporary young fashion' dari Indonesia. Sedangkan Danjyo + Hiyoji, Geulis, Isis, KLE, Monday to Sunday dan STAB menampilkan koleksi busana mereka dalam zona 'Blueprint Next Gen', zona yang ditujukan untuk brand-brand yang memfokuskan diri pada fashion yang inovatif dan berorientasi ke depan. Dan terkahir Kaligula, Seba Shoes dan Soe Hoe tampil dalam zona 'Blueprint Accessorize'.
Dari 10 brand tersebut, KLE, Danjyo + Hiyoji, dan Isis, mendapat kesempatan untuk menggelar peragaan busana khusus di arena Blueprint. Masing-masing dari mereka menampilkan 10 koleksi busana dalam sesi 'Indonesian Designer Evening and Cocktail' pada Kamis (19/5/2011) lalu.
Dengan mengusung tema La Riviera, Kle menyuguhkan rangkaian busana pantai dengan palet lembut. Sang desainer, Kleting Titis Wigati banyak menggunakan material ringan seperti sifon, katun, linen dan satin yang semakin menekankan suasana musim panas. Salah satu desain yang menarik adalah celana balon berwarna ungu muda yang dipadu dengan bikini dan jaket berlengan panjang.
Berbeda dengan Kle, Danjyo + Hiyoji menyajikan busana berpalet monokrom. Kali ini mereka mengusung konsep Neo Folk, masyarakat urban yang mengalami perubahan konstan yang sangat cepat. Kemeja transparan, celana jodphur, dan terusan asimetris terlihat mendominasi koleksi Danjyo + Hiyoji.
Sedangkan Isis memilih untuk mengedepankan busana kasual namun chic yang terinspirasi dari gerakan seni abad pertengahan. Andrea Risjad, sang creative Director banyak menggunakan warna-warna gelap. Hal ini bisa dilihat dari satu rancangan Isis yang menampilkan shirt dress minimalis berwarna olive.

Asia Fashion Exchange (AFX) 2011 kembali digelar untuk kedua kalinya di Singapura. Ada empat rangkaian acara dalam AFX kali ini, yaitu Asia Fashion Summit, Audi Fashion Festival, Star Creation dan Blueprint.
Blueprint sendiri merupakan pameran mode yang diadakan pada 19 Mei hingga
22 Mei 2011. Ke-10 desainer muda asal Indonesia yang menampilkan karyanya di panggung Blueprint adalah Some Are Thieves, Danjyo + Hiyoji, Geulis, Isis, KLE, Monday to Sunday, STAB, Kaligula, Seba Shoes dan Soe Hoe
Brand Some Are Thieves mewakili zona 'Blueprint presents' sebagai brand 'under the radar contemporary young fashion' dari Indonesia. Sedangkan Danjyo + Hiyoji, Geulis, Isis, KLE, Monday to Sunday dan STAB menampilkan koleksi busana mereka dalam zona 'Blueprint Next Gen', zona yang ditujukan untuk brand-brand yang memfokuskan diri pada fashion yang inovatif dan berorientasi ke depan. Dan terkahir Kaligula, Seba Shoes dan Soe Hoe tampil dalam zona 'Blueprint Accessorize'.
Dari 10 brand tersebut, KLE, Danjyo + Hiyoji, dan Isis, mendapat kesempatan untuk menggelar peragaan busana khusus di arena Blueprint. Masing-masing dari mereka menampilkan 10 koleksi busana dalam sesi 'Indonesian Designer Evening and Cocktail' pada Kamis (19/5/2011) lalu.
Dengan mengusung tema La Riviera, Kle menyuguhkan rangkaian busana pantai dengan palet lembut. Sang desainer, Kleting Titis Wigati banyak menggunakan material ringan seperti sifon, katun, linen dan satin yang semakin menekankan suasana musim panas. Salah satu desain yang menarik adalah celana balon berwarna ungu muda yang dipadu dengan bikini dan jaket berlengan panjang.
Berbeda dengan Kle, Danjyo + Hiyoji menyajikan busana berpalet monokrom. Kali ini mereka mengusung konsep Neo Folk, masyarakat urban yang mengalami perubahan konstan yang sangat cepat. Kemeja transparan, celana jodphur, dan terusan asimetris terlihat mendominasi koleksi Danjyo + Hiyoji.
Sedangkan Isis memilih untuk mengedepankan busana kasual namun chic yang terinspirasi dari gerakan seni abad pertengahan. Andrea Risjad, sang creative Director banyak menggunakan warna-warna gelap. Hal ini bisa dilihat dari satu rancangan Isis yang menampilkan shirt dress minimalis berwarna olive.
Dre@ming Post______
sumber : wolipop
Tidak ada komentar:
Posting Komentar